Pekerjaan saya sekarang mengharuskan saya untuk mengakrapi malam. Malam, sebuah sudut waktu yang sangat eksotis. Tersimpan sejuta misteri yang kadang membuat kita merasa perlu untuk bercermin tentang banyak pengharapan dan impian. Karena di waktu malam itu semua pintu akan membuka pengharapan kita dengan sangat lapang.
Bekerja di malam hari membuka mata saya bahwa di temaram kegelapan masih banyak orang yang harus berjuang demi sebuah kehidupan. Masih banyak orang yang harus bekerja demi hidup mereka. Bahkan dengan cara yang tidak terbayangkan dalam benak saya sebelumnya.
Saya menjumpai banyak tukang ojek yang tetap bekerja menunggu penumpang walaupun harus tidur di atas sepeda motor, menemui banyak perempuan pekerja pabrik yang baru selesai bekerja di tengah malam, seorang nenek tua penjual asongan di kereta ekonomi yang harus bolak balik dari satu stasiun ke stasiun di kota lain untuk menjajakan secangkir kopi.
Banyak retorika malam yang sangat menantang saya untuk terus ada didalamnya. Menikmati saripati kehidupan dalam kegelapan. Tentunya dengan sejuta misterinya....
Minggu, 18 Mei 2008
Lintang Damar Panuluh
Jakarta, 20 Agustus 2015 Di sudut Stasiun Gambir saya mendadak lemas. Tidak ada lagi tiket kereta tujuan ke Semarang untuk malam ini yang...

-
Peta di atas adalah ruteku jika ingin pulang dari Semarang ke Wonosobo. Biasanya lewat jalur yang warnanya merah. Berhubung bosen lewat jala...
-
Kapan kamu pergi jauh untuk pertama kalinya sendiri? Waktu itu tahun 2002 ketika saya belum genap berumur 15 tahun. Baru lulus SMP dan mas...
-
Kalau ada suatu tempat yang selalu ingin saya kunjungi ketika bepergian, tempat itu adalah Pelabuhan & Pantai. Saya suka dengan laut, bi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar