Dengan kereta malam
Ku pulang sendiri
Mengikuti rasa rindu
Pada kampung halamanku
Pada Ayah yang menunggu
Pada Ibu yang mengasihiku
Duduk dihadapanku seorang ibu
Dengan wajah sendu
Sendu kelabu
Penuh rasa haru ia menatapku
Penuh rasa haru ia menatapku
Seakan ingin memeluk diriku
Ia lalu bercerita tentang
Anak gadisnya yang telah tiada
Karena sakit dan tak terobati
Yang wajahnya mirip denganku
Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 04 Februari 2012
Franky & Jane - Perjalanan
Sabtu, 07 Januari 2012
Rabu, 28 Desember 2011
Kurangi Membajak Lagu Yuk..
Dalam era yang serba instan seperti sekarang. Kita bisa dengan mudah untuk mendapatkan sesuatu. Termasuk lagu yang ingin kita dengarkan dan kita pindah ke komputer atau hp kita. Download di internet memang cara paling mudah dan simpel. Tapi bukankah itu namanya kita ikut membajak lagu tersebut?
Memang ada banyak sekali lagu yang susah kita cari albumnya karena lagu lama atau sudah tidak ada di pasaran. Sehingga mau tidak mau ya download di internet. Banyak sekali perdebatan mengenai hal itu. Tapi sudahlah, yang penting niatan baik kita untuk belajar tidak mengambil hak orang.
Yuk kita coba pelan-pelan dari diri kita sendiri. Ada banyak lagu yang bisa kita dapatkan secara legal dengan murah kok. Harga CD juga sudah tak semahal dulu. Kalau merasa membeli CD itu ribet, karena harus ke toko kaset dan mentransfer dari format .cda ke format mp3 jika kita akan mendengarkannya di HP, ya coba alternatif lain.
Sungguh, ini bukan iklan dan saya sudah mencobanya :)
Dengan nomor Telkomsel, kita bisa mendownload lagu secara legal. Ada fitur yang disediakan dari Langit Musik yang memungkinkan kita untuk bisa download lagu yang kita inginkan. Cukup ketikkan *616# dari hp kita. Hanya 1000 rupiah/minggu (tambah 100 buat pajak, sial dimana-mana dipajakin ya hehe) kita bisa download banyak lagu yang kita mau kok. Legal gak pakai membajak :)
Ini contoh penampakannya kalau kita sudah mendaftar :
Memang ada banyak sekali lagu yang susah kita cari albumnya karena lagu lama atau sudah tidak ada di pasaran. Sehingga mau tidak mau ya download di internet. Banyak sekali perdebatan mengenai hal itu. Tapi sudahlah, yang penting niatan baik kita untuk belajar tidak mengambil hak orang.
Yuk kita coba pelan-pelan dari diri kita sendiri. Ada banyak lagu yang bisa kita dapatkan secara legal dengan murah kok. Harga CD juga sudah tak semahal dulu. Kalau merasa membeli CD itu ribet, karena harus ke toko kaset dan mentransfer dari format .cda ke format mp3 jika kita akan mendengarkannya di HP, ya coba alternatif lain.
Sungguh, ini bukan iklan dan saya sudah mencobanya :)
Dengan nomor Telkomsel, kita bisa mendownload lagu secara legal. Ada fitur yang disediakan dari Langit Musik yang memungkinkan kita untuk bisa download lagu yang kita inginkan. Cukup ketikkan *616# dari hp kita. Hanya 1000 rupiah/minggu (tambah 100 buat pajak, sial dimana-mana dipajakin ya hehe) kita bisa download banyak lagu yang kita mau kok. Legal gak pakai membajak :)
Ini contoh penampakannya kalau kita sudah mendaftar :
Jumat, 09 Desember 2011
Chrisye - Selamat Jalan Kekasih
Resah Rintik Hujan
Yang Terhenti Menemani
Sunyinya Malam Ini
Sejak Dirimu Jauh Dari Pelukan
Selamat Jalan Kekasih
Kejarlah Cita Cita
Jangan Kau Ragu Tuk Melangkah
Demi Masa Depan
Dari Segala Kemungkinan
Jangan Kau Risaukan
Air Mata Yang Jatuh Membasahiku
Harunya Kau Mengerti
Sungguh Besar Artimu Bagi Hidupku
Selamat Jalan Kekasih
Kejarlah Cita Cita
Jangan Kau Ragu Tuk Melangkah
Suatu Hari Nanti
Kita Kan Bersama Lagi
Bersama Lagi
Kita Berdua
Reff;
Tiada Yang Harus Kau Ragukan
Segalaku Untukmu
Walau Kini Kita Berpisah
Suatu Hari Nanti
Kita Kan Bersama Lagi
Bersama Lagi
Kita Berdua
Resah rintik hujan
Yang tak henti menemani
Sunyinya malam ini
Sejak dirimu jauh dari pelukan
Selamat jalan kekasih
Kejarlah cita-cita
Jangan kau ragu tuk melangkah
Demi masa depan dan segala kemungkinan
Jangan kau risaukan
Air mata yang jatuh membasahiku
Harusnya kau mengerti
Sungguh besar artimu bagi hidupku
Selamat jalan kekasih
Kejarlah cita-cita
Jangan kau ragu tuk melangkah
Satu hari nanti kita kan bersama lagi
Bersama lagi, kita berdua
Resah rintik hujan
Yang tak henti menemani
Sunyinya malam ini
Sejak dirimu jauh dari pelukan
Selamat jalan kekasih
Kejarlah cita-cita
Jangan kau ragu tuk melangkah
Demi masa depan dan segala kemungkinan
Jalan yang harus kau lakukan
Segalaku untukmu
Walau kini kita berpisah
Suatu hari nanti kita kan bersama lagi...
Bersama lagi, Kita berdua..
Jumat, 17 Juni 2011
#Kla - Semoga
Merenungkanmu kini
menggugah haruku
berbagai kenangan berganti
masa yang t'lah lalu
sebenarnya ku ingin
menggali hasrat untuk kembali
Melukiskanmu lagi
di dalam benakku
perlahan terbayang pasti
garis wajahmu
kehangatan cinta kasih
dapat kubaca jelas di situ
Adakah waktu
mendewasakan kita
kuharap masih ada
hati bicara
Mungkinkah saja
terurai satu persatu
pertikaian yang dulu
bagai pintaku
semoga
Lihatlah ku disini
memendam rindu
setiap kuberseru
yang kusebut hanya namamu
Sebenarnya kuingin
menggali hasrat kembali
kuharap agar kau mengerti
semoga
Senin, 13 Juni 2011
Minggu, 05 Juni 2011
Tarhim (Gondelan Klambine Kanjeng Nabi) - Cak Nun
#paling suka mendengarkan video ini, ketika hati dan perasaan ini sepertinya sedang jauh dari lapang
Selasa, 31 Mei 2011
Senin, 30 Mei 2011
#KamusHidupku - 507
Terpuruk tiada dalam kamusku
Selalu mencoba, punya harapan
Hari berlalu datang rintangan baru
Berikan senyuman semua tantangan
Inilah sekilas tentang kamus hidupku
Jalan berliku takkan ciutkan nyaliku
Terpuruk tiada dalam kamusku
Selalu mencoba, punya harapanBoleh saja kita kalah sesaat
Ambil hikmah untuk menang sepenuhnya
Inilah sekilas tentang kamus hidupku
Jalan berliku takkan ciutkan nyaliku
Bernyanyi ooh mencoba sembuhkan semua luka
Inilah sekilas tentang kamus hidupku
Jalan berliku takkan ciutkan nyaliku
Inilah sekilas tentang kamus hidupku
Jalan berliku takkan ciutkan nyaliku
Senin, 14 Maret 2011
Jumat, 11 Maret 2011
Tentang musik
Hari ini masih harus berjalan dan saya akan terus menikmatinya. Tidur malam yang nyeyak membawa saya pada hari yang penuh dengan harapan indah. Perlahan sayup-sayup lagu kesayangan saya putar untuk menetralkan suasana. Mata masih “kriyip-kriyip” untuk menjangkau berbagai hal yang ingin saya lakukan hari ini. Saya selalu mengisi pagi dengan music. Entah kenapa, mungkin factor kebiasaan dari dulu. Meski hanya sebait lagu, dan sepanjang hari saya akan menyanyikan lagu itu. Mungkin “mindset” pada pagi hari yang begitu kuat sehingga sepanjang hari secara tidak sadar, saya akan menggumam menyanyikan lagu yang pertama kali saya dengar setelah bangun tidur.
Bapak dan mak saya selalu memutar lagu-lagu kenangan semenjak keluarga kami membeli minicompo karena tidak mampu untuk membeli televisi. Umur saya saat itu 10 tahun dan mulai saat itu saya selalu di perdengarkan lagu-lagu kenangan kesukaan mak. Obbie Messakh, Panbers, Rinto Harahap, Pance Pondang sampai Iis Sugiarto selalu terdengar setiap pulang sekolah. Bapak saya yang orang “Nahdihyin” lebih suka lagu-lagu Kiai Kanjeng, juga lagu Dangdut. Rumah tinggal kami di pedesaan yang secara culture sangat dekat dengan Dangdut dan Campursari mempengaruhi banyak selera music kami. Kami tidak mengenal music RnB, Klasik, atau music Jazz yang tidak enak buat goyang itu :D
Karena kebiasaan di perdengarkan music setiap hari di rumah, kebiasaan ini terbawa sampai sekarang. Lagu-lagu kenangan kesukaan supir bus Purwokerto-Wonosobo tak asing bagi saya. Lagu dangdut klasik juga terasa enak di dengar di telinga. Campursari sangat juga sangat suka, karena lagu itu yang mengisi hari-hari saya di desa. Jazz begitu saya suka semenjak dengar lagunya Tompi
Namun setiap orang pasti mengalami fase-fase tersendiri. Ada saat dimana kita bisa menikmati setiap lagu, apapun lagu yang lagi hits saat itu juga. Biasanya ini terjadi saat umur kita 15-20 tahunan. Saat-saat itu biasanya kita begitu update terhadap semua lagu baru khususnya Pop Remaja. Dari model grup band dengan tampilan preman tapi lagu menye-menye. Sampai tampilan “Laura” tapi lagunya cadas :D
Ketika umur mulai beranjak biasanya selera orang mulai terpilah-pilah. Hanya beberapa aliran music atau penyanyi idola yang benar-benar ia ikuti perkembangannya. Saat umur saya 23 tahun seperti sekarang ini, secara refleks saya hanya mengikuti music yang saya sukai saja. Rasanya sudah tidak nyaman mengikuti musik model anak remaja / muda jaman sekarang. Sekarang secara refleks suka sama :
1. Sheila on 7
Ini boleh di bilang grup band idola karena pertama kalinya telinga ini bersinggungan dengan music seperti ini. Dulu pertama kali mendengarkan pada saat saya kelas 1 SMP di pinjami kaset bajakan oleh Andi, teman SD saya. Sejak saat itu jadi suka.
2. Lagu-lagu kenangan
Ini lagu-lagu yang sejak kecil sudah saya perdengarkan karena orang tua saya yang sering mendengarkannya. Obbie Messakh, Panbers, Rinto Harahap, Pance Pondang, Iis Sugiarto
3. Rhoma Irama
Suka semenjak kejadian dini hari di daerah Ciracas, Jakarta Timur. Waktu itu pukul 1 pagi ketika saya sedang memperbaiki BTS, sayup-sayup saya melihat orang yang sedang tidur di Pos Kampling sambil mendengarkan lagu Rhoma Irama. Rasanya damai dan syahdu banget! Suatu hal yang susah saya dapatkan waktu itu.
4. Kiai Kanjeng
Pertama kali suka sekitar tahun 1999-2000 ketika bapak saya sering membeli kaset album Kiai Kanjeng. Satu judul album yang saya masih ingat sampai sekarang “Jaman Wis Akhir”. Tambah suka sama Kiai Kanjeng ketika pertama kali lihat penampilannya secara live di Unika Semarang tahun 2009.
5. Tompi, Glenn, Jason Mraz
Lagunya asik-asikk
6. Rafli Kande
Suka hanya karena pernah mendengarkan lagu dia sewaktu di Aceh
7. Bossanova Jawa + Didi Kempot
Suka semua lagu-lagunya :D
8. Citra Scholastika
Hehehe.. :D
9. Hmmm.. apa lagi ya :D
-siang panas terik, “ngligo”, keringetan, sambil dengerin Sabrina, Just the way you are…-
Senin, 17 Januari 2011
Usah Kau Lara Sendiri [ Katon Bagaskara feat Ruth Sahanaya ]
Kulihat mendung menghalangi
Pancaran wajahmu
Tak terbiasa kudapati
Terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh
Di ruang benakmu
Sekilas galau mata ingin
Berbagi cerita
Ku datang sahabat, bagi jiwa
Saat batin merintih
Usah kau lara sendiri
Masih ada asa tersisa
Letakkanlah tanganmu
Di atas bahuku
Biar terbagi beban itu
Dan tegar dirimu...oh...
Di depan sana cahya
Kecil tuk memandu
Tak hilang arah
Kita berjalan menghadapinya
Sekali sempat kau mengeluh
Kuatkah bertahan
Satu persatu jalinan kawan
Beranjak menjauh
Tak hilang arah kita berjalan
Menghadapinya...
Usah kau simpan lara sendiri..
Jumat, 18 Juni 2010
Sang Penghibur
Setiap perkataan yang menjatuhkan
Tak lagi ku dengar dengan sungguh
Juga tutur kata yang mencela
Tak lagi ku cerna dalam jiwa
Aku bukanlah seorang yang mengerti
Tentang kelihaian membaca hati
Ku hanya pemimpi kecil yang berangan
Tuk merubah nasibnya…
Oh… bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya
Ku gerakkan langkah kaki
Di mana tempat akan bertumbuh
Ku layangkan jauh mata memadang
Tuk melanjutkan mimpi yang terutuh
Masih ku coba mengejar rinduku
Meski peluh membasahi tangan
Lalah penat tak menghalangiku
Menemukan bahagia
O… O…
Bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya
Oo..
Bukankah ku bisa melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya
Bukankah hidup ada penghentian
Tak harus kencang terus berlari
Ku helakan nafas panjang
Tuk siap berlari kembali…
Berlari kembali..
Melangkahkan kaki
Menuju cahaya
Bagai bintang yang bersinar
Menghibur yang lelah jiwanya
Bagai bintang yang berpijar
Menghibur yang sedih hatinya
Sang Penghibur - Padi
Tak lagi ku dengar dengan sungguh
Juga tutur kata yang mencela
Tak lagi ku cerna dalam jiwa
Aku bukanlah seorang yang mengerti
Tentang kelihaian membaca hati
Ku hanya pemimpi kecil yang berangan
Tuk merubah nasibnya…
Oh… bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya
Ku gerakkan langkah kaki
Di mana tempat akan bertumbuh
Ku layangkan jauh mata memadang
Tuk melanjutkan mimpi yang terutuh
Masih ku coba mengejar rinduku
Meski peluh membasahi tangan
Lalah penat tak menghalangiku
Menemukan bahagia
O… O…
Bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya
Oo..
Bukankah ku bisa melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya
Bukankah hidup ada penghentian
Tak harus kencang terus berlari
Ku helakan nafas panjang
Tuk siap berlari kembali…
Berlari kembali..
Melangkahkan kaki
Menuju cahaya
Bagai bintang yang bersinar
Menghibur yang lelah jiwanya
Bagai bintang yang berpijar
Menghibur yang sedih hatinya
Sang Penghibur - Padi
Ya Sudahlah
Juga ku tahu lagi problema kan terus menerjangBagai deras ombak yang menabrak karang
Namun ku tahu.. Ku tahu kau mampu tuk tetap tenangHadapi ini bersamaku hingga ajal datangYa Sudahlah - Bondan Prakoso & Fade 2 Black
Lintang Damar Panuluh
Jakarta, 20 Agustus 2015 Di sudut Stasiun Gambir saya mendadak lemas. Tidak ada lagi tiket kereta tujuan ke Semarang untuk malam ini yang...
-
Jakarta, 20 Agustus 2015 Di sudut Stasiun Gambir saya mendadak lemas. Tidak ada lagi tiket kereta tujuan ke Semarang untuk malam ini yang...
-
Peta di atas adalah ruteku jika ingin pulang dari Semarang ke Wonosobo. Biasanya lewat jalur yang warnanya merah. Berhubung bosen lewat jala...
-
*cerita jadi Bolang keliling Sumatra bersama Hilmy dan Melyn (14) kelanjutan dari : Manisnya Buka Puasa di Solok Dulu, ketika be...

