Tak terasa 12 hari sudah aku, Hilmy, dan Melyn mengurai Sumatra.. Dari ujung Lampung hingga KM 0 Indonesia di Pulau Weh tadi pagi. Banyak kisah yang ingin kutulis kawan. Tapi akan kupendam sampai titik ini berakhir di kampung. Banyak cerita berpedar di kepalaku, tapi badan ini masih letih. Perjalanan masih panjang dan aku akan selalu menikmatinya. Semua akan kutuliskan dan aku berharap lensa kamera ini akan mewakili perjalanan kami juga.
-di warung kopi dekat terminal Banda Aceh, menunggu bis sambil mencoba wifi. semangat bertambah usai membaca indahnyahidupku.. makasih de- -ingin sms Melyn : "...banyak cerita yang mestinya kau saksikan di tanah kering bebatuan.."-
Lintang Damar Panuluh
Jakarta, 20 Agustus 2015 Di sudut Stasiun Gambir saya mendadak lemas. Tidak ada lagi tiket kereta tujuan ke Semarang untuk malam ini yang...
-
Jakarta, 20 Agustus 2015 Di sudut Stasiun Gambir saya mendadak lemas. Tidak ada lagi tiket kereta tujuan ke Semarang untuk malam ini yang...
-
Semuanya serba terburu-buru. Beberapa saat setelah pesawat lepas landas, masih dalam keadaan badan pesawat yang miring ke atas karena pe...
-
Sekuat apapun seorang manusia berjuang dan bisa survive pada kondisi buruk sekalipun, tetap ada ruang kosong dalam dirinya. Meninggalkan r...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar