Definisi sayang , Definisi perhatian , Definisi membutuhkan itu apa?
Aku harus sms kamu, aku harus telpon kamu, aku harus mengerti keadaanmu, aku harus ketemu kamu? Atau apa?
Kalau kita saling percaya.. Tak perlu nada..Tak perlu irama.. Berjalan lah hanya dengan diam..
Senin, 11 Januari 2010
Hitamku
Masih Adakah Separuh Hatiku
Yang Ku Berikan Hanya Untukmu
Ku Harap Engkau Masih Menyimpannya
Jangan Kau Pernah Melupakannya
Maafkan Kata Yang Tlah Terucap
Akan Kuhapus Jika Ku Mampu
Andai Ku Dapat Meyakinkanmu
Ku Hapus Sikapku
Masih Adakah Separuh Janjiku
Yang Kubisikkan Hanya Padamu
Ku Harap Engkau Masih Mengingatnya
Jangan Kau Pernah Melupakannya
Andai Ku Dapat Memutar Waktu
Semuanya Takkan Terjadi
Maafkan Kata Yang Tlah Terucap
Akan Kuhapus Jika Ku Mampu
Andai Ku Dapat Meyakinkanmu
Ku Hapus Sikapku Untukmu
Simpan Separuh Hatiku
Ku Hapus Sikapku Untukmu
Simpan Separuh Janjiku
Ku Hapus Sikapku Untukmu
Simpan Separuh Hatiku
Simpan Separuh Janjiku
Simpan Separuh Hatiku
Simpan Separuh Janjiku
Yang Ku Berikan Hanya Untukmu
Ku Harap Engkau Masih Menyimpannya
Jangan Kau Pernah Melupakannya
Maafkan Kata Yang Tlah Terucap
Akan Kuhapus Jika Ku Mampu
Andai Ku Dapat Meyakinkanmu
Ku Hapus Sikapku
Masih Adakah Separuh Janjiku
Yang Kubisikkan Hanya Padamu
Ku Harap Engkau Masih Mengingatnya
Jangan Kau Pernah Melupakannya
Andai Ku Dapat Memutar Waktu
Semuanya Takkan Terjadi
Maafkan Kata Yang Tlah Terucap
Akan Kuhapus Jika Ku Mampu
Andai Ku Dapat Meyakinkanmu
Ku Hapus Sikapku Untukmu
Simpan Separuh Hatiku
Ku Hapus Sikapku Untukmu
Simpan Separuh Janjiku
Ku Hapus Sikapku Untukmu
Simpan Separuh Hatiku
Simpan Separuh Janjiku
Simpan Separuh Hatiku
Simpan Separuh Janjiku
Senin, 04 Januari 2010
Facebook, 2010 dan pengandaiannya...
(sekali lagi, ini hanya pengandaian...)
***
Andaikan tahun 1900 sudah ada Facebook :
mungkin Raden Ajeng Kartini akan mengisi note facebooknya dengan tulisan Zelf-ontwikkeling, Zelf-onderricht, Zelf- vertrouwen, Zelf-werkzaamheid, Solidariteit atas dasar Religieusiteit, Wijsheid en Schoonheid, Humanitarianisme & Nasionalisme. Kemudian note-nya akan di tag dengan facebook teman2nya yang ada di Belanda.
***
Andaikan tahun 1928 sudah ada Facebook :
mungkin status facebook para pemuda yang ikut kongres 28 Oktober 1928 akan penuh diisi dengan naskah Sumpah Pemuda. Kemudian mereka upload video ketika lagu Indonesia Raya di perdengarkan pertama kali oleh Wage Rudolf Supratman. Kemudian naskah dan lagu itu akan di lihat teman2nya di daerah untuk membangkitkan rasa nasionalisme "Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa"
***
Andaikan tahun 1945 sudah ada Facebook :
mungkin Ir. Soekarno setelah membacakan teks Proklamasi akan menulis teks itu di facebooknya kemudian jutaan pemilik facebook yang tergabung menjadi fans beliau akan membalas dengan comment "MERDEKA"
Ir. Soekarno INDONESIA MERDEKA
17 Agustus 1945 at 10:05 via Mobile Web · Comment · Like
You and 50.000.000 others like this.
View All 15.123.000 comments
***
Andaikan tahun 1969 sudah ada Facebook :
mungkin kakek saya akan menulis status di facebook saat menunggu kelahiran ibu saya :
Kakek Ya Allah berilah kemudahan ... Dag dig dug mode on Ya Gusti
24 Juli 1969 at 18:50 via Mobile Web · Comment · Like
View All 19 comments
***
Andaikan tahun 1987 sudah ada Facebook :
mungkin ibu saya akan menulis status di facebook saat kelahiran saya :
Ibu Alhamdulillah ya Allah, akhirnya lahir juga putraku sing bagus dewe.. :) --> narsis.com
12 October 1987 at 02:00 via Mobile Web · Comment · Like
View All 999 comments
***
Andaikan tahun 1993 sudah ada Facebook mungkin saya akan menulis status dengan dieja karena baru lulus TK :
Ginanjar A Yuwana Ho-ye, a-dii su-da-h en-da-k te-ka la-gi.. a-di su-da-h ma-cuk SD..
1 Juli 1993 at 07:30 via Mobile Web · Comment · Like
***
Andaikan tahun 1999 sudah ada Facebook mungkin status saya akan berisi :
Ginanjar A Yuwana Huaaaa aduh simbok.. Sakit banget, abis di sunat.. Tapi seneng banyak angpaunya.. hehehe
10 Juli 1999 at 19:00 Only friends · Comment · Like
***
Andaikan tahun 2002 sudah ada Facebook saya akan mengisi status facebook saya :
Ginanjar A Yuwana Horeee jadi anak kost, jauh dari simbok dirumah, bisa bebas kemana2 ueyy.. Haghaghag.. Bisa pacaran juga, tapi pacarnya di ajak makan ke bandem mau ndak yaaa??
19 Agustus 2002 at 19:00 Only friends · Comment · Like
***
Andaikan tahun 2005 sudah ada Facebook mungkin status facebook saya:
Ginanjar A Yuwana Akhirnya aku LULUS STM.. saatnya menggelandang jadi pengangguran.. hihihihi
20 Juni 2005 at 11:20 · Comment · Like
***
Andaikan tahun 2006 saya sudah join Facebook :
Ginanjar A Yuwana Badan panas terik siang ini, remuk redam manjat tiang, angkut tangga.. :((
20 September 2006 at 13:00 · Comment · Like
***
Andaikan tahun 2007 saya sudah join Facebook :
Ginanjar A Yuwana pertama kali masuk ke bandara, pertama kali naik pesawat.. hari gini baru naik pesawat.. www.ndeso.com
19 November 2007 at 08:15 · Comment · Like
***
Andaikan tahun 2008 saya sudah join Facebook :
Ginanjar A Yuwana berada di KM. 0 INDONESIA !!!
5 Januari 2008 at 08:15 · Comment · Like
***
Dan awal tahun 2010 ini ketika Facebook sudah ada & saya sudah join Facebook saya ingin menulis :
Ginanjar A Yuwana Bismillah, semoga tahun 2010 bisa membuka harapan akan cita & asa.. Amin..
1 Januari 2010 at 00:01 · Comment · Like
***
Perjalanan waktu berasa sangat cepat, ketika hidup tak semudah masa muda dulu, ketika tantangan semakin besar. Ketika hidup semakin kompleks. Tapi semoga kita semakin meyakini bahwa ada kekuatan lain atas keberadaan diri kita dan semesta. Kekuatan maha dashyat. Kekuatan Allah SWT. Tidak ada daya dan upaya kecuali atas pertolongan dari Allah.
Bismillahi tawakaltu wa laa haula walaa quwatta illa billah.
Mengutip tulisan mbak Ilma Pratidina di blognya www.ilmapratidina.com , "dan jika yang kita miliki hanya waktu, saya ingin amanah dan optimal dalam waktu saya"
1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
Surah Al’ Asr: 1-3
Berharap tahun 2010 menjadi titik balik agar hidup saya meningkat dari sisi spiritualitas..
***
Andaikan tahun 1900 sudah ada Facebook :
mungkin Raden Ajeng Kartini akan mengisi note facebooknya dengan tulisan Zelf-ontwikkeling, Zelf-onderricht, Zelf- vertrouwen, Zelf-werkzaamheid, Solidariteit atas dasar Religieusiteit, Wijsheid en Schoonheid, Humanitarianisme & Nasionalisme. Kemudian note-nya akan di tag dengan facebook teman2nya yang ada di Belanda.
***
Andaikan tahun 1928 sudah ada Facebook :
mungkin status facebook para pemuda yang ikut kongres 28 Oktober 1928 akan penuh diisi dengan naskah Sumpah Pemuda. Kemudian mereka upload video ketika lagu Indonesia Raya di perdengarkan pertama kali oleh Wage Rudolf Supratman. Kemudian naskah dan lagu itu akan di lihat teman2nya di daerah untuk membangkitkan rasa nasionalisme "Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa"
***
Andaikan tahun 1945 sudah ada Facebook :
mungkin Ir. Soekarno setelah membacakan teks Proklamasi akan menulis teks itu di facebooknya kemudian jutaan pemilik facebook yang tergabung menjadi fans beliau akan membalas dengan comment "MERDEKA"
Ir. Soekarno INDONESIA MERDEKA
17 Agustus 1945 at 10:05 via Mobile Web · Comment · Like
You and 50.000.000 others like this.
View All 15.123.000 comments
***
Andaikan tahun 1969 sudah ada Facebook :
mungkin kakek saya akan menulis status di facebook saat menunggu kelahiran ibu saya :
Kakek Ya Allah berilah kemudahan ... Dag dig dug mode on Ya Gusti
24 Juli 1969 at 18:50 via Mobile Web · Comment · Like
View All 19 comments
***
Andaikan tahun 1987 sudah ada Facebook :
mungkin ibu saya akan menulis status di facebook saat kelahiran saya :
Ibu Alhamdulillah ya Allah, akhirnya lahir juga putraku sing bagus dewe.. :) --> narsis.com
12 October 1987 at 02:00 via Mobile Web · Comment · Like
View All 999 comments
***
Andaikan tahun 1993 sudah ada Facebook mungkin saya akan menulis status dengan dieja karena baru lulus TK :
Ginanjar A Yuwana Ho-ye, a-dii su-da-h en-da-k te-ka la-gi.. a-di su-da-h ma-cuk SD..
1 Juli 1993 at 07:30 via Mobile Web · Comment · Like
***
Andaikan tahun 1999 sudah ada Facebook mungkin status saya akan berisi :
Ginanjar A Yuwana Huaaaa aduh simbok.. Sakit banget, abis di sunat.. Tapi seneng banyak angpaunya.. hehehe
10 Juli 1999 at 19:00 Only friends · Comment · Like
***
Andaikan tahun 2002 sudah ada Facebook saya akan mengisi status facebook saya :
Ginanjar A Yuwana Horeee jadi anak kost, jauh dari simbok dirumah, bisa bebas kemana2 ueyy.. Haghaghag.. Bisa pacaran juga, tapi pacarnya di ajak makan ke bandem mau ndak yaaa??
19 Agustus 2002 at 19:00 Only friends · Comment · Like
***
Andaikan tahun 2005 sudah ada Facebook mungkin status facebook saya:
Ginanjar A Yuwana Akhirnya aku LULUS STM.. saatnya menggelandang jadi pengangguran.. hihihihi
20 Juni 2005 at 11:20 · Comment · Like
***
Andaikan tahun 2006 saya sudah join Facebook :
Ginanjar A Yuwana Badan panas terik siang ini, remuk redam manjat tiang, angkut tangga.. :((
20 September 2006 at 13:00 · Comment · Like
***
Andaikan tahun 2007 saya sudah join Facebook :
Ginanjar A Yuwana pertama kali masuk ke bandara, pertama kali naik pesawat.. hari gini baru naik pesawat.. www.ndeso.com
19 November 2007 at 08:15 · Comment · Like
***
Andaikan tahun 2008 saya sudah join Facebook :
Ginanjar A Yuwana berada di KM. 0 INDONESIA !!!
5 Januari 2008 at 08:15 · Comment · Like
***
Dan awal tahun 2010 ini ketika Facebook sudah ada & saya sudah join Facebook saya ingin menulis :
Ginanjar A Yuwana Bismillah, semoga tahun 2010 bisa membuka harapan akan cita & asa.. Amin..
1 Januari 2010 at 00:01 · Comment · Like
***
Perjalanan waktu berasa sangat cepat, ketika hidup tak semudah masa muda dulu, ketika tantangan semakin besar. Ketika hidup semakin kompleks. Tapi semoga kita semakin meyakini bahwa ada kekuatan lain atas keberadaan diri kita dan semesta. Kekuatan maha dashyat. Kekuatan Allah SWT. Tidak ada daya dan upaya kecuali atas pertolongan dari Allah.
Bismillahi tawakaltu wa laa haula walaa quwatta illa billah.
Mengutip tulisan mbak Ilma Pratidina di blognya www.ilmapratidina.com , "dan jika yang kita miliki hanya waktu, saya ingin amanah dan optimal dalam waktu saya"
1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
Surah Al’ Asr: 1-3
Berharap tahun 2010 menjadi titik balik agar hidup saya meningkat dari sisi spiritualitas..
Kamis, 19 November 2009
Visualisasi Hidup
Rhonda Byrne dalam bukunya the Secret menyatakan bahwa “Setiap orang melakukan visualisasi, terlepas dari apakah ia mengetahuinya atau tidak, Visualisasi adalah rahasia besar dari kesuksesan”. Yup, kita harus punya visualisasi. Kalau dalam bahasa jamaknya kita harus punya mimpi. Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita, begitu kata Andrea Hirata. Suatu mimpi yang harus di perjuangkan, bukan hanya bermimpi dengan impian kosong.
Sekitar sebulan yang lalu saya mengikuti training yang berkesan bagi saya. Meskipun training-nya terlalu teknik dan entah kapan aplikasinya di Indonesia. Sangat mengasikkan karena harus belajar teknologi baru dengan system yang begitu kuat disisi konsep dan pengembangannya. Banyak orang menyebutnya LTE. Meskipun agak njlimet tapi minimal ya tak sesulit kalau kita berkutat dengan rumus-rumus abadi punya integral dan kalkulus. ;)
Tapi kita tak akan membicarakan tentang materi itu. Ada hal menarik lain yang saya dapatkan dari training itu. Ketika itu di hari terakhir pada saat break, saya dan teman2 kira-kira 3 orang sempat ngobrol secara personal dengan trainernya. Beliau adalah Pak Bambang dan Pak Nahwan. Saat ini beliau berdua adalah dosen di IT Telkom ( Dulu bernama STT Telkom ).
Beliau berdua kemudian banyak bercerita tentang keseharian mereka di dunia akademik. Mereka benar-benar membuka pemikiran kita yang saat ini mungkin hanya terpaku kerja dan kerja saja. Intinya adalah bagaimana bahwa mencari ilmu itu tidak akan pernah ada habisnya. Semakin ilmu kita bertambah maka semakin kita merasa kecil. Carilah ilmu sampai ke negeri Cina. Ups, tapi kemarin baca blognya trinity di nackedtraveler.com katanya negara Cina itu sangat jorok, yaudah ganti aja kalau gitu deh, “carilah ilmu sampai Eropa”. Bukannya lebih jauh, lebih mantap kan ya.
Pak Bambang cerita tentang istrinya yang sedang melanjutkan kuliah ke Belanda. Pak Nahwan juga cerita tentang kuliah S3-nya di UI. Mereka juga cerita tentang mahasiswa-mahasiswanya yang melanjutkan kuliah dengan beasiswa ke luar negeri. Terus bercerita juga bahwa kadang orang Indonesia seperti kita ini terlalu sederhana pemikirannya. Lulus kuliah, cari kerja, dapat kerja, menikah. Itu saja!
Padahal potensi yang di punya manusia itu kalau di explore dalam-dalam begitu luas. Banyak potensi yang harusnya melebihi ekspetasi yang boleh di bilang sempit itu. Banyak hal yang masih banyak di jelajah di dunia ini. Masih banyak ilmu yang harus di cari. Mungkin sudah budaya, ketika kita dulu masih sekolah cita-cita kita adalah bisa kuliah, lulus, dapat kerja yang bagus, menyenangkan orang tua, kemudian menikah. Sederhana sekali. Padahal masih ada banyak hal di luar sana yang masih bisa kita lakukan. Khususnya yang diceritakan tentang Pak Nahwan dan Pak Bambang adalah dalam bidang pendidikan. Kita bisa terus mencari ilmu, sekolah lagi, atau hal-hal lain yang bermanfaat bagi orang lain. Karena kita juga pasti meyakini bahwa amalan yang tidak akan pernah terputus amalannya dan akan kita bawa sampai mati salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat.
Beliau berdua cerita juga bahwa hanya dengan beasiswa, mahasiswa-mahasiswa mereka tetap bisa survive hidup di luar negeri sana. Intinya adalah kemauan kita untuk terus belajar, belajar dan belajar. Bahkan kehidupan nyata ini adalah sebuah pembelajaran yang setiap prosesnya akan memberi pembelajaran luar biasa bagi kita. Jadi ketika kita punya potensi yang luar biasa entah dalam bidang apapun, bagaimana kita bisa mengeksplore itu dalam-dalam. Yang pada nantinya pasti bermanfaat bagi hidup kita bahkan memberi kebanggaan luar biasa bukan hanya kepada kita tapi kepada orang tua kita dan orang-orang sekitar kita.
Mendapat pencerahan itu, sontak saya merasa sangat malu. Kami merasa pemikiran kita di buka. Kami merasa hidup kami terlalu sempit sekarang. Cuma berkutat dengan kerja dan kerja saja. Padahal ada hal yang lebih luar biasa disana. Mungkin kendala yang pertama kali adalah bagaimana kita mencoba keluar dari zona nyaman kita. Tapi yang penting yang harus di tanamkan pada diri kita adalah niat untuk mencari ilmu. Mungkin tak perlu jauh-jauh ke luar negeri bagi orang yang kemampuannya pas-pasan seperti saya ini. Tapi bagaimana ilmu yang kita dapat entah dari manapun itu bisa bermanfaat bukan hanya untuk sendiri tapi untuk orang lain juga. Mungkin harus berlipat-lipat lagi semangatnya bagi kita yang selama ini mata dan hati sudah tertutup slip gaji. ;)
Visualisasi, itulah intinya. Bagaimana kita bisa memvisualisasikan segenap daya dan upaya yang ada pada diri kita untuk mengeluarkan potensi terbaik yang ada pada diri kita. Bukan hanya untuk kita tapi untuk orang-orang di sekitar kita yang sangat bermakna di hidup kita.
Belajar, belajar, belajar.. Yuk marii
Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin liku-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpancar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingi melepuh terbakar matahari, limbung di hantam angina, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup! ( Edensor – Andrea Hirata )
*suatu pagi di suatu kamar kecil di kota Semarang di iringi bunyi-bunyianan sms dari 252 dan 369 yang menarik-narikku untuk segera berangkat kerja.. oncall.. oncall.. semangat.. semangat.. apapun keadaan dan statusnya..
Sekitar sebulan yang lalu saya mengikuti training yang berkesan bagi saya. Meskipun training-nya terlalu teknik dan entah kapan aplikasinya di Indonesia. Sangat mengasikkan karena harus belajar teknologi baru dengan system yang begitu kuat disisi konsep dan pengembangannya. Banyak orang menyebutnya LTE. Meskipun agak njlimet tapi minimal ya tak sesulit kalau kita berkutat dengan rumus-rumus abadi punya integral dan kalkulus. ;)
Tapi kita tak akan membicarakan tentang materi itu. Ada hal menarik lain yang saya dapatkan dari training itu. Ketika itu di hari terakhir pada saat break, saya dan teman2 kira-kira 3 orang sempat ngobrol secara personal dengan trainernya. Beliau adalah Pak Bambang dan Pak Nahwan. Saat ini beliau berdua adalah dosen di IT Telkom ( Dulu bernama STT Telkom ).
Beliau berdua kemudian banyak bercerita tentang keseharian mereka di dunia akademik. Mereka benar-benar membuka pemikiran kita yang saat ini mungkin hanya terpaku kerja dan kerja saja. Intinya adalah bagaimana bahwa mencari ilmu itu tidak akan pernah ada habisnya. Semakin ilmu kita bertambah maka semakin kita merasa kecil. Carilah ilmu sampai ke negeri Cina. Ups, tapi kemarin baca blognya trinity di nackedtraveler.com katanya negara Cina itu sangat jorok, yaudah ganti aja kalau gitu deh, “carilah ilmu sampai Eropa”. Bukannya lebih jauh, lebih mantap kan ya.
Pak Bambang cerita tentang istrinya yang sedang melanjutkan kuliah ke Belanda. Pak Nahwan juga cerita tentang kuliah S3-nya di UI. Mereka juga cerita tentang mahasiswa-mahasiswanya yang melanjutkan kuliah dengan beasiswa ke luar negeri. Terus bercerita juga bahwa kadang orang Indonesia seperti kita ini terlalu sederhana pemikirannya. Lulus kuliah, cari kerja, dapat kerja, menikah. Itu saja!
Padahal potensi yang di punya manusia itu kalau di explore dalam-dalam begitu luas. Banyak potensi yang harusnya melebihi ekspetasi yang boleh di bilang sempit itu. Banyak hal yang masih banyak di jelajah di dunia ini. Masih banyak ilmu yang harus di cari. Mungkin sudah budaya, ketika kita dulu masih sekolah cita-cita kita adalah bisa kuliah, lulus, dapat kerja yang bagus, menyenangkan orang tua, kemudian menikah. Sederhana sekali. Padahal masih ada banyak hal di luar sana yang masih bisa kita lakukan. Khususnya yang diceritakan tentang Pak Nahwan dan Pak Bambang adalah dalam bidang pendidikan. Kita bisa terus mencari ilmu, sekolah lagi, atau hal-hal lain yang bermanfaat bagi orang lain. Karena kita juga pasti meyakini bahwa amalan yang tidak akan pernah terputus amalannya dan akan kita bawa sampai mati salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat.
Beliau berdua cerita juga bahwa hanya dengan beasiswa, mahasiswa-mahasiswa mereka tetap bisa survive hidup di luar negeri sana. Intinya adalah kemauan kita untuk terus belajar, belajar dan belajar. Bahkan kehidupan nyata ini adalah sebuah pembelajaran yang setiap prosesnya akan memberi pembelajaran luar biasa bagi kita. Jadi ketika kita punya potensi yang luar biasa entah dalam bidang apapun, bagaimana kita bisa mengeksplore itu dalam-dalam. Yang pada nantinya pasti bermanfaat bagi hidup kita bahkan memberi kebanggaan luar biasa bukan hanya kepada kita tapi kepada orang tua kita dan orang-orang sekitar kita.
Mendapat pencerahan itu, sontak saya merasa sangat malu. Kami merasa pemikiran kita di buka. Kami merasa hidup kami terlalu sempit sekarang. Cuma berkutat dengan kerja dan kerja saja. Padahal ada hal yang lebih luar biasa disana. Mungkin kendala yang pertama kali adalah bagaimana kita mencoba keluar dari zona nyaman kita. Tapi yang penting yang harus di tanamkan pada diri kita adalah niat untuk mencari ilmu. Mungkin tak perlu jauh-jauh ke luar negeri bagi orang yang kemampuannya pas-pasan seperti saya ini. Tapi bagaimana ilmu yang kita dapat entah dari manapun itu bisa bermanfaat bukan hanya untuk sendiri tapi untuk orang lain juga. Mungkin harus berlipat-lipat lagi semangatnya bagi kita yang selama ini mata dan hati sudah tertutup slip gaji. ;)
Visualisasi, itulah intinya. Bagaimana kita bisa memvisualisasikan segenap daya dan upaya yang ada pada diri kita untuk mengeluarkan potensi terbaik yang ada pada diri kita. Bukan hanya untuk kita tapi untuk orang-orang di sekitar kita yang sangat bermakna di hidup kita.
Belajar, belajar, belajar.. Yuk marii
Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin liku-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpancar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingi melepuh terbakar matahari, limbung di hantam angina, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup! ( Edensor – Andrea Hirata )
*suatu pagi di suatu kamar kecil di kota Semarang di iringi bunyi-bunyianan sms dari 252 dan 369 yang menarik-narikku untuk segera berangkat kerja.. oncall.. oncall.. semangat.. semangat.. apapun keadaan dan statusnya..
Selasa, 29 September 2009
Libur Telah Tiba Hatiku Gembiraaa
Akhirnya Ramadhan tahun ini sudah hampir usai.. Ada senang tapi ada sedihnya juga, seperti Bimbo dengan khusyuknya berdendang : " Setiap habis Ramadhan, hamba cemas kalau tak sampai.. Umur hamba ditahun depan, berilah hamba kesempatan.. "
Setiap habis Ramadhan
Hamba rindu lagi Ramadhan
Saat - saat padat beribadah
Tak terhingga nilai mahalnya
Setiap habis Ramadhan
Hamba cemas kalau tak sampai
Umur hamba di tahun depan
Berilah hamba kesempatan
Setiap habis Ramadhan
Rindu hamba tak pernah menghilang
Mohon tambah umur setahun lagi
Berilah hamba kesempatan
Alangkah nikmat ibadah bulan Ramadhan
Sekeluarga, sekampung, senegara
Kaum muslimin dan muslimat se dunia
Seluruhnya kumpul di persatukan
Dalam memohon ridho-Nya
Tapi ada senangnya juga karena Lebaran kali ini Alhamdulillah dapat libur 5 hari. Mungkin terlalu singkat bagi orang lain, tapi bagi saya liburan ini begitu panjang. Karena selama 4 tahun bekerja jauh dari rumah baru lebaran ini merasakan libur lebih dari 3 hari, meskipun sudah hampir 7 tahun ini menyandang sebutan "perantau".
Banyak pembelajaran yang saya lihat dari Ramadhan tahun ini, tapi selebihnya hal-hal ironis yang terlihat. Mungkin keadaanya seperti status facebook teman saya :
Lun Smith : Keaadaan susah dan sgt memprihatinkan di t4 korban gempa, jg lumpur Lapindo. Tp pusat2 p'bjaan msh ttp sj padat dgn org2 yg ngeborong . Hmm...Ironis !
Tues at 22:32 via Mobile Texts · Comment · Like
Kembali ke benang merah :) . Lebaran kali ini Insya Allah saya akan merayakan di Wonosobo. Boleh di bilang ini kota masa kecil karena semenjak lulus SMP saya harus mengadu ilmu ke Purwokerto. Kota setengah besar yang penuh dengan budaya Ngapakers-nya. Kotanya unik, kadang panas kadang dingin. Udaranya terlalu menyengat, apalagi buat saya yang hanya kost di kost-kostan kelas ABN ( Asal Bisa Nglekar ). Tapi 3 Tahun di sana menuliskan kenangan yang indah. Bertemu saudara-saudara baru dan tentunya punya logat bicara yang "mandan ngapak sitik" yang kebawa sampai sekarang.
Lepas 3 tahun dari sana, akhirnya lulus juga dari STM kebanggan itu. Saatnya memasuki dunia yang sesungguhnya, saatnya mencari kerja. Dengan modal nekat, ngeyelan, penuh salam super berdasarkan UUD 45 serta berlandaskan dasadarma pramuka akhirnya dinekatkan untuk mencari kerja. Setelah luntang-luntung kesana kemari akhirnya bisa dapat kerja di Semarang, mungkin buruh lebih tepatnya. Naik turun tangga dari tiang satu ke tiang yang lainnya menjadi menu sehari-hari. Testphone, Checker, Dropwire menjadi tuntunan sehari-hari. Muka kumal disengat matahari jadi dekorasi wajah. Setelah 2 tahun diterpa badai diterjang hujan [ jiaaaahhh,, Lebayy mode ON ] akhirnya bisa keluar dari kerajaan itu.
Saatnya menjalani hidup nomaden selama 1 tahun antara 2007 akhir sampai 2008 akhir, dan kali ini di Banda Aceh. Negeri Nanggroe yang begitu eksotik. Pengalaman yang mungkin seumur hidup tak terlupakan bagi seorang "jawa" seperti saya. Lepas dari sana, kemudian hidup nomaden lagi bekerja ikut kompeni dari Medan, Jakarta, Bekasi dan sekarang sudah di Semarang lagi.
Dan kini sudah 1 tahunan di sini, tempat belajar yang luar biasa. Dan semoga semakin bisa untuk terus banyak-banyak belajar..
Wah, benang merahnya kok ndak kembali-kembali ya dari tadi. Dari masalah Ramadhan, Kota-kota kok sampai kerjaan. Udah ah, saatnya siap2 buat mudik sama Mira. Udah Freeze juga jadi sekarang saatnya bernyanyi..
Libur Tlah Tiba.. Libur Tlah Tiba.. Hatiku Gembira..
Saatnya merayakan Idul Fitri, mohon maaf atas kesalahan-kesalahan.
When it's black turn white; when it's dark turn light; when a mistaken
turn forgiveness, eagle mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf
lahir dan batin.
Setiap habis Ramadhan
Hamba rindu lagi Ramadhan
Saat - saat padat beribadah
Tak terhingga nilai mahalnya
Setiap habis Ramadhan
Hamba cemas kalau tak sampai
Umur hamba di tahun depan
Berilah hamba kesempatan
Setiap habis Ramadhan
Rindu hamba tak pernah menghilang
Mohon tambah umur setahun lagi
Berilah hamba kesempatan
Alangkah nikmat ibadah bulan Ramadhan
Sekeluarga, sekampung, senegara
Kaum muslimin dan muslimat se dunia
Seluruhnya kumpul di persatukan
Dalam memohon ridho-Nya
Tapi ada senangnya juga karena Lebaran kali ini Alhamdulillah dapat libur 5 hari. Mungkin terlalu singkat bagi orang lain, tapi bagi saya liburan ini begitu panjang. Karena selama 4 tahun bekerja jauh dari rumah baru lebaran ini merasakan libur lebih dari 3 hari, meskipun sudah hampir 7 tahun ini menyandang sebutan "perantau".
Banyak pembelajaran yang saya lihat dari Ramadhan tahun ini, tapi selebihnya hal-hal ironis yang terlihat. Mungkin keadaanya seperti status facebook teman saya :
Lun Smith : Keaadaan susah dan sgt memprihatinkan di t4 korban gempa, jg lumpur Lapindo. Tp pusat2 p'bjaan msh ttp sj padat dgn org2 yg ngeborong . Hmm...Ironis !
Tues at 22:32 via Mobile Texts · Comment · Like
Kembali ke benang merah :) . Lebaran kali ini Insya Allah saya akan merayakan di Wonosobo. Boleh di bilang ini kota masa kecil karena semenjak lulus SMP saya harus mengadu ilmu ke Purwokerto. Kota setengah besar yang penuh dengan budaya Ngapakers-nya. Kotanya unik, kadang panas kadang dingin. Udaranya terlalu menyengat, apalagi buat saya yang hanya kost di kost-kostan kelas ABN ( Asal Bisa Nglekar ). Tapi 3 Tahun di sana menuliskan kenangan yang indah. Bertemu saudara-saudara baru dan tentunya punya logat bicara yang "mandan ngapak sitik" yang kebawa sampai sekarang.
Lepas 3 tahun dari sana, akhirnya lulus juga dari STM kebanggan itu. Saatnya memasuki dunia yang sesungguhnya, saatnya mencari kerja. Dengan modal nekat, ngeyelan, penuh salam super berdasarkan UUD 45 serta berlandaskan dasadarma pramuka akhirnya dinekatkan untuk mencari kerja. Setelah luntang-luntung kesana kemari akhirnya bisa dapat kerja di Semarang, mungkin buruh lebih tepatnya. Naik turun tangga dari tiang satu ke tiang yang lainnya menjadi menu sehari-hari. Testphone, Checker, Dropwire menjadi tuntunan sehari-hari. Muka kumal disengat matahari jadi dekorasi wajah. Setelah 2 tahun diterpa badai diterjang hujan [ jiaaaahhh,, Lebayy mode ON ] akhirnya bisa keluar dari kerajaan itu.
Saatnya menjalani hidup nomaden selama 1 tahun antara 2007 akhir sampai 2008 akhir, dan kali ini di Banda Aceh. Negeri Nanggroe yang begitu eksotik. Pengalaman yang mungkin seumur hidup tak terlupakan bagi seorang "jawa" seperti saya. Lepas dari sana, kemudian hidup nomaden lagi bekerja ikut kompeni dari Medan, Jakarta, Bekasi dan sekarang sudah di Semarang lagi.
Dan kini sudah 1 tahunan di sini, tempat belajar yang luar biasa. Dan semoga semakin bisa untuk terus banyak-banyak belajar..
Wah, benang merahnya kok ndak kembali-kembali ya dari tadi. Dari masalah Ramadhan, Kota-kota kok sampai kerjaan. Udah ah, saatnya siap2 buat mudik sama Mira. Udah Freeze juga jadi sekarang saatnya bernyanyi..
Libur Tlah Tiba.. Libur Tlah Tiba.. Hatiku Gembira..
Saatnya merayakan Idul Fitri, mohon maaf atas kesalahan-kesalahan.
When it's black turn white; when it's dark turn light; when a mistaken
turn forgiveness, eagle mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf
lahir dan batin.
Mencintai Pekerjaan
Minggu lalu Alhamdulillah dapat kesempatan untuk buka puasa dengan seorang teman di daerah Ngesrep. Karena jarak yang dekat dengan kantor maka saya paskan waktunya saat berbuka kesananya. Sesampai disana semuanya tampak seperti biasa. Suasana khas warung tenda pinggir jalan, riuh rendah suara kendaraan dan kesibukan penjual makanan dengan co-pilotnya yang hilir mudik kesana kemari. Suasana tampak semakin temaram, juru masak masih saja sibuk goyang sana goyang sini untuk menampilkan masakan yang terbaik untuk konsumennya. Senyum 'renyah' tak lupa ia sunggingkan untuk pelanggannya yang setia menunggunya. Melihat senyumnya saya jadi ingat senyum manis guru Etika Pelayanan Pelanggan jaman STM dulu, senyum simpul yang menggetarkan.. [ lebay mode ON :))) ]
Di sela-sela waktu menunggu itu satu persatu pengamen datang menghibur. Dari lagunya Syahdu Rhoma Irama, Gelas-gelas kaca Nia Daniati, 19 Nopember-nya Meggi Z, Stasiun Balapan Didi Kempot, sampai lagu band-band masa kini semacam Kangen Band & Changcut Band. Pergi satu datang satu, datang satu pergi satu dan selalu begitu. Dari pengamen model dandanan Punk, Rock, Orkes dangdut, sampai dandanan jadul jaman orang tua saya masih pacaran barangkali.
Semuanya tampak biasa. Tapi kemudian ada mas pengamen yang aneh. Pertama denger suaranya keren juga, ekspresi dapet, artikulasi mantap [ weits, berasa jadi juri Wonosobo Idol nii.. hehe :))) ]. Tapi ada yang membedakan mas ini dengan pengamen lain. Kalau pengamen lain begitu dapat uang langsung kabur meskipun baru nyanyi 1 baris, mas ini beda. Dia belum mau menerima uang kalau lagunya belum selesai. Kalaupun mau menerima uangnya, habis terima dia tetap nglanjutin lagunya sampai selesai baru beranjak ke meja lain. Wah, sedikit heran juga saya. Lalu saya kepikiran, apa ini ya yang dinamakan mencintai pekerjaan. Yap, mencintai pekerjaan. Mas itu kayaknya tulus banget sama pekerjaanya. Menganggap pekerjaan bukan sebagai beban, tapi fun. Mungkin kita bisa belajar dari mas itu, bahwa pekerjaan itu bukan melulu soal 'hasil'. Tapi tanggung jawab akan sebuah kewajiban yang diamanatkan untuk kita. Totalitas dan keikhlasan mungkin kunci untuk memperoleh hasil yang maksimal. Seperti mas itu yang saya rasa bisa memaksimalkan aksinya untuk membuat banyak senyum pendengarnya.
Manusia pada dasarnya ingin selalu fokus untuk meraih kebahagiaan, dan salah satu faktor untuk meraih kebahagiaan itu adalah bagaimana menyelaraskan motif kebahagiaan dengan pekerjaan yang benar-benar dicintai. Pekerjaan seberat dan sekompleks apapun akan terasa ringan ketika kita kerjakan dengan cinta.
Mungkin terasa klise, tapi ketika kita sudah mencintai pekerjaan maka kenyamanan yang akan kita dapat. Beban kerja sebesar apapun akan terasa ringan ketika kita menjalani dengan fun, tapi tentunya fun yang bertanggung jawab. Tapi ada satu keyakinan yang mungkin bisa jadi pegangan adalah jadikan kerja itu sebagai ibadah. Kalau kita bisa memotivasi kerja kita untuk ibadah kita akan semakin termotivasi kalau semakin banyak kerja maka semakin banyak ibadah. Semakin banyak ibadah maka semakin banyak pahala. Banyak pahala masuk surga.. [ hahaha.. maunyaaa ].
Ketika kita menganggap kerja itu untuk ibadah kita maka kita akan ikhlas menghadapi suasana dan status apapun. Dan seperti yang dianjurkan, Ibadah itu harus khusyuk & total. Maka kalau kita menjalaninya dengan dasar itu insyaAllah hasil kerjaan yang maksimal yang kita dapat sebagai wujud sebuah dedikasi. Karena kita bekerja Lillahita'ala!. Pendapatan menjadi nomor sekian, yang penting cukup untuk memberi makan anak istri & membeli Mercy.. :)))
*bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar tulisan iseng untuk memotivasi diri saya yang lama kelamaan makin malas sajaa.. hehehe
Di sela-sela waktu menunggu itu satu persatu pengamen datang menghibur. Dari lagunya Syahdu Rhoma Irama, Gelas-gelas kaca Nia Daniati, 19 Nopember-nya Meggi Z, Stasiun Balapan Didi Kempot, sampai lagu band-band masa kini semacam Kangen Band & Changcut Band. Pergi satu datang satu, datang satu pergi satu dan selalu begitu. Dari pengamen model dandanan Punk, Rock, Orkes dangdut, sampai dandanan jadul jaman orang tua saya masih pacaran barangkali.
Semuanya tampak biasa. Tapi kemudian ada mas pengamen yang aneh. Pertama denger suaranya keren juga, ekspresi dapet, artikulasi mantap [ weits, berasa jadi juri Wonosobo Idol nii.. hehe :))) ]. Tapi ada yang membedakan mas ini dengan pengamen lain. Kalau pengamen lain begitu dapat uang langsung kabur meskipun baru nyanyi 1 baris, mas ini beda. Dia belum mau menerima uang kalau lagunya belum selesai. Kalaupun mau menerima uangnya, habis terima dia tetap nglanjutin lagunya sampai selesai baru beranjak ke meja lain. Wah, sedikit heran juga saya. Lalu saya kepikiran, apa ini ya yang dinamakan mencintai pekerjaan. Yap, mencintai pekerjaan. Mas itu kayaknya tulus banget sama pekerjaanya. Menganggap pekerjaan bukan sebagai beban, tapi fun. Mungkin kita bisa belajar dari mas itu, bahwa pekerjaan itu bukan melulu soal 'hasil'. Tapi tanggung jawab akan sebuah kewajiban yang diamanatkan untuk kita. Totalitas dan keikhlasan mungkin kunci untuk memperoleh hasil yang maksimal. Seperti mas itu yang saya rasa bisa memaksimalkan aksinya untuk membuat banyak senyum pendengarnya.
Manusia pada dasarnya ingin selalu fokus untuk meraih kebahagiaan, dan salah satu faktor untuk meraih kebahagiaan itu adalah bagaimana menyelaraskan motif kebahagiaan dengan pekerjaan yang benar-benar dicintai. Pekerjaan seberat dan sekompleks apapun akan terasa ringan ketika kita kerjakan dengan cinta.
Mungkin terasa klise, tapi ketika kita sudah mencintai pekerjaan maka kenyamanan yang akan kita dapat. Beban kerja sebesar apapun akan terasa ringan ketika kita menjalani dengan fun, tapi tentunya fun yang bertanggung jawab. Tapi ada satu keyakinan yang mungkin bisa jadi pegangan adalah jadikan kerja itu sebagai ibadah. Kalau kita bisa memotivasi kerja kita untuk ibadah kita akan semakin termotivasi kalau semakin banyak kerja maka semakin banyak ibadah. Semakin banyak ibadah maka semakin banyak pahala. Banyak pahala masuk surga.. [ hahaha.. maunyaaa ].
Ketika kita menganggap kerja itu untuk ibadah kita maka kita akan ikhlas menghadapi suasana dan status apapun. Dan seperti yang dianjurkan, Ibadah itu harus khusyuk & total. Maka kalau kita menjalaninya dengan dasar itu insyaAllah hasil kerjaan yang maksimal yang kita dapat sebagai wujud sebuah dedikasi. Karena kita bekerja Lillahita'ala!. Pendapatan menjadi nomor sekian, yang penting cukup untuk memberi makan anak istri & membeli Mercy.. :)))
*bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar tulisan iseng untuk memotivasi diri saya yang lama kelamaan makin malas sajaa.. hehehe
Senin, 08 Juni 2009
Pede By Sheila On 7
Pede By Sheila On 7
Aku memang belum punya mobil
Yang bisa teduhkanmu dari hujan
Tapi aku punya lagu
Yang bisa menghangatkanmu di setiap saat
Aku memang nggak funky
Tapi bukan gembel yang hidup tanpa usaha
Tapi kalau kamu sadar
Yang kita butuhkan bukan hanya funky style/materi
Yang kita butuhkan…..
Tapi kalau benar kamu cewek baik
Kamu pasti falling in love with me
Kerana aku bisa membuaimu
Terbang melayang ke sana ke mari…
Wow…
Tapi kalau kamu sadar
Yang kita butuhkan bukan hanya materi
Yang kita butuhkan…..
Pegang erat pinggangku saat kita melaju
Di atas bintang-bintang/dua roda
Dendangkan serta lagu kesayanganmu
Seperti sedia kala
Dimana kita terangkai bersama
Aku memang belum punya mobil
Yang bisa teduhkanmu dari hujan
Tapi aku punya lagu
Yang bisa menghangatkanmu di setiap saat
Aku memang nggak funky
Tapi bukan gembel yang hidup tanpa usaha
Tapi kalau kamu sadar
Yang kita butuhkan bukan hanya funky style/materi
Yang kita butuhkan…..
Tapi kalau benar kamu cewek baik
Kamu pasti falling in love with me
Kerana aku bisa membuaimu
Terbang melayang ke sana ke mari…
Wow…
Tapi kalau kamu sadar
Yang kita butuhkan bukan hanya materi
Yang kita butuhkan…..
Pegang erat pinggangku saat kita melaju
Di atas bintang-bintang/dua roda
Dendangkan serta lagu kesayanganmu
Seperti sedia kala
Dimana kita terangkai bersama
Lintang Damar Panuluh
Jakarta, 20 Agustus 2015 Di sudut Stasiun Gambir saya mendadak lemas. Tidak ada lagi tiket kereta tujuan ke Semarang untuk malam ini yang...
-
Jakarta, 20 Agustus 2015 Di sudut Stasiun Gambir saya mendadak lemas. Tidak ada lagi tiket kereta tujuan ke Semarang untuk malam ini yang...
-
Peta di atas adalah ruteku jika ingin pulang dari Semarang ke Wonosobo. Biasanya lewat jalur yang warnanya merah. Berhubung bosen lewat jala...
-
*cerita jadi Bolang keliling Sumatra bersama Hilmy dan Melyn (14) kelanjutan dari : Manisnya Buka Puasa di Solok Dulu, ketika be...