Koran pagi memberitakan akan ada pengumuman hasil Ujian Akhir Nasional untuk SMA hari ini. Mungkin akan menjadi hari yang manis bagi banyak siswa sekolah, tapi akan menjadi hari yang mengecewakan juga bagi banyak siswa. Membaca berita ini, pikiran saya melayang jauh saat saya mengalaminya tepat 5 tahun yang lalu. Saat itu sekolah saya ada di Purwokerto, sedang rumah saya ada di Wonosobo yang berjarak kira-kira 90 km.
Seusai Ujian Nasional, sekolah menyarankan kami untuk kembali ke kota masing-masing. Jarak antara ujian dan pengumuman hampir ada 1 bulan lebih. Kami sangat menikmati waktu menunggu itu meskipun dengan perasaan was-was akan hasil ujian. Tiba-tiba sekitar 1 minggu sebelum pengumuman sekolah memberitahukan bahwa hasil pengumuman akan dikirim via pos ke alamat masing-masing. Busyet cing! Sekolah yang katanya standart Internasional. Dengan jurusan yang mentereng, Teknik Informatika. Kenapa nggak dipasang aja di web sekolah, apa via email masing siswa aja yaaa.. Kebijakan yang aneh! :))
Tiba hari saat pengumuman, pagi itu rasanya deg-degan bukan kepalang. Bukan apa-apa, seluruh silsilah dalam keluarga pasti akan gegeran kalau sampai tidak lulus. Hehehe. Setengah hari berjalan ketika tak ada surat datang ke rumah, wah pikiran udah kalang kabut. Bayang-bayang kelulusan semakin hambar.. Hahaha
Menjelang sore mas Ade, mbak Ari, dan mbak Uwik ngajak makan di kota. Pertemuan yang mengakrabkan kami dan kebersamaan kami sampai beberapa bulan kemudian saya merasakan status sebagai pengangguran. Dari dalam angkot menuju ke kota, kami melihat banyak anak-anak sekolah sedang merayakan kelulusannya, coret-coretan, konvoi-konvoi. Dan riuh rendah suara itu semakin menghanyutkan pikiran saya tentang surat kelulusan saya. Yang entah baru sampai kantor pos cabang mana. Bergelanyut sampai kemudian saya lupa tentang kelulusan. Sampai tiba disuatu siang ketika Pak Pos datang mengantar surat setelah 3 hari entah mengendap dimana. Pelan-pelan kubuka, dan alhamdulillah tulisannya : LULUS. Lega rasanya perjuangan orang tua saya waktu itu di tebus dengan 5 huruf itu.
*untuk mas Ade, mbak Ari & mbak Uwik yang mengisi hari-hariku setelah itu. Moment itu begitu saya tunggu, mudah-mudahan suatu saat kami bisa dipertemukan kembali
Senin, 26 April 2010
Jumat, 26 Maret 2010
Doel
Setiap pagi sekarang berangkat shift terakhir, jam 08.30. Alasannya biar bisa lihat sinetron Si Doel Anak Sekolahan dulu. Serial jadul tapi sangat mengajarkan kesederhanaan. Tapi banyak adegan romantisnya juga. Tadi pagi ada adegan yang menurutku sangat natural dan romantis.
Adegan dimana Doel dan Sarah berdua didalam opelet ketika Sarah bilang bahwa dia suka sama Doel karena Doel yang aneh dan berbeda dari orang lain kebanyakan. Dan Sarah bilang bahwa dia yakin Doel akan sukses, meskipun saat ini Doel hanya jadi supir angkot.
Hmmm.. Kamu yakin aku bisa sukses? meskipun aku hanya jadi kernet angkot sekarang?
Adegan dimana Doel dan Sarah berdua didalam opelet ketika Sarah bilang bahwa dia suka sama Doel karena Doel yang aneh dan berbeda dari orang lain kebanyakan. Dan Sarah bilang bahwa dia yakin Doel akan sukses, meskipun saat ini Doel hanya jadi supir angkot.
Hmmm.. Kamu yakin aku bisa sukses? meskipun aku hanya jadi kernet angkot sekarang?
Selasa, 23 Maret 2010
Alasanku tak bisa bermalam di kotamu..
Aku tak akan pernah tega..
Di malam yang sama dan di kota yang sama,
Di malam yang sama dan di kota yang sama,
Aku akan tidur di salah satu tempat terbaik di kota itu
Sedang aku tak tau dimana ibuku berada di malam itu di kota yang sama
Di malam yang sama dan di kota yang sama,
Aku akan makan makanan terbaik di kota itu
Sedang aku tak tau apakah ibuku bisa makan malam itu di kota yang sama
Jumat, 19 Februari 2010
Simalakama
Hujan turun siang ini..
Ketika aku masih tertegun disini
Memandang foto syahdumu
Yang telah keluar dari dompetku..
dan inilah simalakama terbesar dalam kisah nyanyianku..
Ketika aku masih tertegun disini
Memandang foto syahdumu
Yang telah keluar dari dompetku..
dan inilah simalakama terbesar dalam kisah nyanyianku..
Rabu, 17 Februari 2010
Mengenang Gus Dur dari Puisi Inayah
Bapak, boleh aku minta tolong diajari
bantu aku memahami
Karena bapak kan katanya
Presiden paling pandai seantero negeri
intelektualitasnya sudah diakui
mbok ya, anakmu ini diajari
memahami semua ironi ini
Pak, kenapa mereka dulu selalu menghina
mengatakan, presiden kok buta
Padahal sebenarnya, bapaklah yang mengajari kita
untuk melihat manusia seutuhnya
tanpa embel2 jabatan atau harta
suku atau agama
tak peduli bagaimana rupanya
Pak, mengapa dulu mereka melecehkan
mengatakan presiden kok tidak bisa jalan sendirian
———
Rakyat Indonesia menuju demokrasi dan keadilan yang sesungguhnya
Pak bisa tolong jelaskan
kenapa orang-orang yang dulu bapak besarkan
malah justru menjatuhkan
menggigit tangan orang yang memberi makan
apa mereka telah lupa akan apa yang bapak ajarkan
bahwa hidup adalah pengabdian
yang tak boleh meminta harta atau jabatan
Pak, tolong beri kami jawaban
lewat mimpi atau pertanda
lewat simbol juga akan kudengar
Pak, tolong pak
tolong aku diajari
# Inayah Wulandari
Detailnya bisa dilihat di sini :
http://metrotvnews.com/index.php/metromain/newsprograms/2010/02/12/4655/206/Gitu-Aja-Kok-Repot-In-Memoriam-Gus-Dur-1940-2009
Lindungimu
Janganlah engkau terus bersedih
Seakan tiada lagi hari esok
Kuingin melihat dirimu seperti dulu lagi
Canda tawa di hidupmu
Jangan, janganlah pernah takut
Bahwa kau nanti
Akan sendiri
Jangan, jangan kau ragukan aku
Cintaku ini tuk selamanya
Aku kan disini selalu bersamamu
Walau segala halangan datang menghampirimu
Aku melindungimu
Semuanya akan kembali
Baik seperti yang pernah kau impikan
Tetaplah menjadi dirimu
Seperti dulu lagi
Canda tawa dihidupmu
Apapun cobaan dan rintangan
Akan kita lewati mudah
Jika kamu bersama aku
Semuanya akan kembali lagi...
Baik seperti pernah kau impikan
Tetaplah menjadi dirimu...
Seperti dulu lagi...
Canda... Tawa di hidupmu...
Seakan tiada lagi hari esok
Kuingin melihat dirimu seperti dulu lagi
Canda tawa di hidupmu
Jangan, janganlah pernah takut
Bahwa kau nanti
Akan sendiri
Jangan, jangan kau ragukan aku
Cintaku ini tuk selamanya
Aku kan disini selalu bersamamu
Walau segala halangan datang menghampirimu
Aku melindungimu
Semuanya akan kembali
Baik seperti yang pernah kau impikan
Tetaplah menjadi dirimu
Seperti dulu lagi
Canda tawa dihidupmu
Apapun cobaan dan rintangan
Akan kita lewati mudah
Jika kamu bersama aku
Semuanya akan kembali lagi...
Baik seperti pernah kau impikan
Tetaplah menjadi dirimu...
Seperti dulu lagi...
Canda... Tawa di hidupmu...
Selasa, 16 Februari 2010
Karena aku masih punya hati
Senja mulai mengalun perlahan
Dari balik jendela kantorku
Dibawah rerimbunan hutan besi
Nan angkuh penuh pesona
Dibalik meja retoris berdinding biru
Yang delapan belas bulan lalu mulai kududuki
Ah, kenapa selama ini ku hanya terpaku
Dengan retorika, konflik, dan cinta
Yang menyesatkanku,
dan terus memakuku untuk tak beranjak
dari tempatku mengabdi ini..
Mengabdi?
Ah, itu hanya kata-kata
Tak lebih dari pembesar hati
Saat ini semakin kuyakini
Kuharus beranjak, dari kursi ini
Kuharus bangkit, dari meja ini
Kuharus ikhlas, meninggalkan ini
Meninggalkan kenyamanan ini
Karena kuyakin,
di luar sana,
di temaram keramaian,
di kerasnya jalanan,
di dasar ketidakpastian
Aku masih punya mimpi,
dan mimpiku tak boleh terpatri
Aku akan pergi dari sini,
untuk aku,
dan fatamorgana ini
karena aku masih punya hati
Semarang 160210 17:49
Dari balik jendela kantorku
Dibawah rerimbunan hutan besi
Nan angkuh penuh pesona
Dibalik meja retoris berdinding biru
Yang delapan belas bulan lalu mulai kududuki
Ah, kenapa selama ini ku hanya terpaku
Dengan retorika, konflik, dan cinta
Yang menyesatkanku,
dan terus memakuku untuk tak beranjak
dari tempatku mengabdi ini..
Mengabdi?
Ah, itu hanya kata-kata
Tak lebih dari pembesar hati
Saat ini semakin kuyakini
Kuharus beranjak, dari kursi ini
Kuharus bangkit, dari meja ini
Kuharus ikhlas, meninggalkan ini
Meninggalkan kenyamanan ini
Karena kuyakin,
di luar sana,
di temaram keramaian,
di kerasnya jalanan,
di dasar ketidakpastian
Aku masih punya mimpi,
dan mimpiku tak boleh terpatri
Aku akan pergi dari sini,
untuk aku,
dan fatamorgana ini
karena aku masih punya hati
Semarang 160210 17:49
Lintang Damar Panuluh
Jakarta, 20 Agustus 2015 Di sudut Stasiun Gambir saya mendadak lemas. Tidak ada lagi tiket kereta tujuan ke Semarang untuk malam ini yang...
-
Jakarta, 20 Agustus 2015 Di sudut Stasiun Gambir saya mendadak lemas. Tidak ada lagi tiket kereta tujuan ke Semarang untuk malam ini yang...
-
Peta di atas adalah ruteku jika ingin pulang dari Semarang ke Wonosobo. Biasanya lewat jalur yang warnanya merah. Berhubung bosen lewat jala...
-
*cerita jadi Bolang keliling Sumatra bersama Hilmy dan Melyn (14) kelanjutan dari : Manisnya Buka Puasa di Solok Dulu, ketika be...