Senja mulai mengalun perlahan
Dari balik jendela kantorku
Dibawah rerimbunan hutan besi
Nan angkuh penuh pesona
Dibalik meja retoris berdinding biru
Yang delapan belas bulan lalu mulai kududuki
Ah, kenapa selama ini ku hanya terpaku
Dengan retorika, konflik, dan cinta
Yang menyesatkanku,
dan terus memakuku untuk tak beranjak
dari tempatku mengabdi ini..
Mengabdi?
Ah, itu hanya kata-kata
Tak lebih dari pembesar hati
Saat ini semakin kuyakini
Kuharus beranjak, dari kursi ini
Kuharus bangkit, dari meja ini
Kuharus ikhlas, meninggalkan ini
Meninggalkan kenyamanan ini
Karena kuyakin,
di luar sana,
di temaram keramaian,
di kerasnya jalanan,
di dasar ketidakpastian
Aku masih punya mimpi,
dan mimpiku tak boleh terpatri
Aku akan pergi dari sini,
untuk aku,
dan fatamorgana ini
karena aku masih punya hati
Semarang 160210 17:49
Lintang Damar Panuluh
Jakarta, 20 Agustus 2015 Di sudut Stasiun Gambir saya mendadak lemas. Tidak ada lagi tiket kereta tujuan ke Semarang untuk malam ini yang...

-
Peta di atas adalah ruteku jika ingin pulang dari Semarang ke Wonosobo. Biasanya lewat jalur yang warnanya merah. Berhubung bosen lewat jala...
-
Kapan kamu pergi jauh untuk pertama kalinya sendiri? Waktu itu tahun 2002 ketika saya belum genap berumur 15 tahun. Baru lulus SMP dan mas...
-
Kalau ada suatu tempat yang selalu ingin saya kunjungi ketika bepergian, tempat itu adalah Pelabuhan & Pantai. Saya suka dengan laut, bi...
2 komentar:
SEMANGAT!!! Sukses ya..
tinggalkan zona nyaman, hdup bkan hanya masalah asmara..
Posting Komentar