Tiap malam, setiap waktu untuk nongkrong di angkringan saya selalu memandang kesuatu sudut. Sudut itu ada dibawah pohon rindang, lurus dengan penjual VCD bajakan yang memutar dangdut dan lagu lama seangkatan Koes Plus dan Obbie Messakh. Sudut itu tiap malam menjadi pelepas penat buat banyak orang. Dibawah rindangnya pohon itu, selalu berkumpul orang-orang pekerja proyek. Mereka pekerja dari luar kota yang mengadu nasib menjadi tukang bangunan yang dibayar harian, membangun sebuah bangunan di Semarang. Ba'da maghrib mereka melepas lelah dengan duduk dibawah pohon, berkaca lurus pada penjual VCD. Mencoba menerawang keluarga mereka di kampung dengan nyanyian-nyanyian syahdu.
Aku kagum dengan mereka, dengan semangat mereka, dengan kerendahan hati mereka. Kagum dengan perjuangan mereka untuk impian keluarga-keluarga mereka di kampung. Aku ingin seperti mereka, menjadi pelita bagi keluarga dan anak-anak mereka.
Jumat, 07 Mei 2010
Efek Pekerjaan
Sejak lulus STM alhamdulillah saya selalu bekerja di dunia Telekomunikasi. Dunia telekomunikasi ini dunia yang tidak pernah berhenti bergerak. Bagi saya yang ada di teknik, service kepada pelanggan harus tetap berjalan, tak peduli itu hari libur, hujan besar, dini hari. Suatu perangkat telekomunikasi yang sudah live, harus terus hidup sepanjang perangkat itu masih dipakai. Perangkat-perangkat ini akan terus selalu upgrade sejalan dengan perkembangan dan teknologi baru. Serta yang paling penting adalah perangkat itu bisa mengikuti dinamika pasar telekomunikasi. Kondisi pasar telekomunikasi sendiri sangat fluktuatif, terlebih di Indonesia dengan tingkat persaingan pasar yang sangat tinggi.
Sudah 2 tahun ini saya bertugas di kantor ini. Tepatnya di bagian core network, spesialisasi saya adalah MSS/MGw Engineer. Saya bekerja sama dengan tim, yang terdiri dari 3 orang. Kami menghandle sekitar 17 node yang menghandle area Jawa Tengah. Pekerjaan ini mengharuskan saya untuk standby pada hari kerja, dan 7 x 24 jam ketika saya oncall. Pada saat oncall, jam berapapun ada trouble yang diinfokan dari NOC (Network Operation Center) saya harus menghandle alarm tersebut. Untuk alarm-alarm minor mungkin bisa dibaikan dan ditunda sampai jam kerja, tapi untuk alarm-alarm yang critical dimana mempengaruhi traffik dan service kepada pelanggan maka harus diselesaikan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya :)). Misalkan di tengah malam, ada info trouble dan itu alarm critical maka kita harus cepat-cepat untuk menyelesaikannya, misal tidak bisa di remote dari kost maka kita harus datang ke kantor saat itu juga.
Dulu, awal-awal disini menghadapi trouble-trouble ini saya agak gugup. Tapi mungkin gugup yang positif. :) Menerima trouble, saya buru-buru datang ke kantor dan menyelesaikannya meskipun itu jam 11 malam dan posisi hujan. Saya begitu menikmatinya. Tapi ketika sekarang sudah 2 tahun disini, rasanya biasa-biasa saja. Ketika ada trouble malam yang "kurang" urgent, saya seakan-akan malas untuk datang ke kantor. Mungkin karena jenuh. Padahal kalau mau berfikir dengan logika hal ini sangat tidak dibenarkan. Misalnya ada perangkat saya yang trouble dan mungkin pelanggan akan merasakan efeknya, misalnya susah call dan sebagainya. Misalnya 1 pelanggan yang ada di area yang mengalami trouble itu adalah ibu hamil yang sudah mau melahirkan. Sedangkan dia tidak bisa menelepon ke dokter / rumah sakit untuk menolong kelahirannya karena jaringan yang sedang ada trouble. Wah betapa saya merasa bersalah kalau seperti itu.
Tapi bayangan perandaian itu saya jadikan patokan. Bahwa seberapa kecilnya efek trouble itu pasti ada efeknya kepada pelanggan. Padahal banyak hal yang menggangu pelanggan ketika mereka tidak bisa menerima layanan dengan baik. Mudah-mudahan dengan ini saya semakin semangat kerjanya. Memberikan layanan terbaik yang saya bisa berikan ke pelanggan. Minimal pahala dari mereka yang bisa bersilaturahmi dengan jaringan ini kecipratan juga untuk saya.. Amin.. :)
Sudah 2 tahun ini saya bertugas di kantor ini. Tepatnya di bagian core network, spesialisasi saya adalah MSS/MGw Engineer. Saya bekerja sama dengan tim, yang terdiri dari 3 orang. Kami menghandle sekitar 17 node yang menghandle area Jawa Tengah. Pekerjaan ini mengharuskan saya untuk standby pada hari kerja, dan 7 x 24 jam ketika saya oncall. Pada saat oncall, jam berapapun ada trouble yang diinfokan dari NOC (Network Operation Center) saya harus menghandle alarm tersebut. Untuk alarm-alarm minor mungkin bisa dibaikan dan ditunda sampai jam kerja, tapi untuk alarm-alarm yang critical dimana mempengaruhi traffik dan service kepada pelanggan maka harus diselesaikan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya :)). Misalkan di tengah malam, ada info trouble dan itu alarm critical maka kita harus cepat-cepat untuk menyelesaikannya, misal tidak bisa di remote dari kost maka kita harus datang ke kantor saat itu juga.
Dulu, awal-awal disini menghadapi trouble-trouble ini saya agak gugup. Tapi mungkin gugup yang positif. :) Menerima trouble, saya buru-buru datang ke kantor dan menyelesaikannya meskipun itu jam 11 malam dan posisi hujan. Saya begitu menikmatinya. Tapi ketika sekarang sudah 2 tahun disini, rasanya biasa-biasa saja. Ketika ada trouble malam yang "kurang" urgent, saya seakan-akan malas untuk datang ke kantor. Mungkin karena jenuh. Padahal kalau mau berfikir dengan logika hal ini sangat tidak dibenarkan. Misalnya ada perangkat saya yang trouble dan mungkin pelanggan akan merasakan efeknya, misalnya susah call dan sebagainya. Misalnya 1 pelanggan yang ada di area yang mengalami trouble itu adalah ibu hamil yang sudah mau melahirkan. Sedangkan dia tidak bisa menelepon ke dokter / rumah sakit untuk menolong kelahirannya karena jaringan yang sedang ada trouble. Wah betapa saya merasa bersalah kalau seperti itu.
Tapi bayangan perandaian itu saya jadikan patokan. Bahwa seberapa kecilnya efek trouble itu pasti ada efeknya kepada pelanggan. Padahal banyak hal yang menggangu pelanggan ketika mereka tidak bisa menerima layanan dengan baik. Mudah-mudahan dengan ini saya semakin semangat kerjanya. Memberikan layanan terbaik yang saya bisa berikan ke pelanggan. Minimal pahala dari mereka yang bisa bersilaturahmi dengan jaringan ini kecipratan juga untuk saya.. Amin.. :)
Merinding
Banyak hal dalam hidup yang membuat hidup kita berwarna. Banyak juga kejadian yang membuat kita bangga, senang bahkan sampai merinding. Ada banyak hal yang membuat saya merinding setiap mengalaminya.
1. Mendengarkan Lagu Indonesia Raya dinyanyikan puluhan ribu suporter dalam 1 stadion ketika menonton pertandingan sepakbola
2. Mendengar suara nyanyian suporter sepanjang pertandingan di stadion
3. Menonton pertandingan bulutangkis tim nasional Indonesia
1. Mendengarkan Lagu Indonesia Raya dinyanyikan puluhan ribu suporter dalam 1 stadion ketika menonton pertandingan sepakbola
2. Mendengar suara nyanyian suporter sepanjang pertandingan di stadion
3. Menonton pertandingan bulutangkis tim nasional Indonesia
Rabu, 05 Mei 2010
Glenn Fredly - Pada Satu Cinta
Masihkah mungkin
Ku kembali tuk mengisi harimu
Yang jelas hati
Ku tak lagi sanggup jauh darimu
Chorus:
Aku kan berjanji
Takkan mengulang segala kesalahan
Aku kan mengabdi
Pada satu cinta dan itu dirimu
Jujur ku hanya seorang lelaki
Yang terkadang tak lepas dari goda
Harus kumiliki
Kesempatan tuk menyayangmu lagi
Chorus:
Aku kan berjanji
Takkan mengulang segala kesalahan
Aku kan mengabdi
Pada satu cinta dan itu dirimu
Jujur ku hanya seorang lelaki
Yang terkadang tak lepas dari goda
Kulihat kau ragu
Adakah yang telah mengganti aku
Chorus:
Aku kan berjanji
Takkan mengulang segala kesalahan
Aku kan mengabdi
Pada satu cinta dan itu dirimu
Jujur ku hanya seorang lelaki
Yang terkadang tak lepas dari goda
Ku kembali tuk mengisi harimu
Yang jelas hati
Ku tak lagi sanggup jauh darimu
Chorus:
Aku kan berjanji
Takkan mengulang segala kesalahan
Aku kan mengabdi
Pada satu cinta dan itu dirimu
Jujur ku hanya seorang lelaki
Yang terkadang tak lepas dari goda
Harus kumiliki
Kesempatan tuk menyayangmu lagi
Chorus:
Aku kan berjanji
Takkan mengulang segala kesalahan
Aku kan mengabdi
Pada satu cinta dan itu dirimu
Jujur ku hanya seorang lelaki
Yang terkadang tak lepas dari goda
Kulihat kau ragu
Adakah yang telah mengganti aku
Chorus:
Aku kan berjanji
Takkan mengulang segala kesalahan
Aku kan mengabdi
Pada satu cinta dan itu dirimu
Jujur ku hanya seorang lelaki
Yang terkadang tak lepas dari goda
Jumat, 30 April 2010
Pagi Ini
Pagi ini..
Telah kukemasi fotonya dari dompetku
Agar kamu tau..
Aku tak mau terbelenggu dengan masa lalu..
Pagi ini..
Telah kuterima pesan singkatnya
Bertutur kata..
Sedang berbahagia menanti kelahiran buah hatinya..
Pagi ini..
Esok hari..
Kita akan terus menguatkan..
Dengan cinta..
Meski hanya diam
Kamis, 29 April 2010
The Pursuit of Happyness
Cerita film ini dimulai pada tahun 1981 di San Francisco, California. Linda dan Chris Gardner hidup di sebuah apartemen kecil bersama anak mereka yang berusia 5 tahun, Christopher. Chris adalah seorang salesman yang menghabiskan seluruh tabungan keluarga untuk membeli franchise untuk menjual scanner tulang (Bone Density Scanner) portable. Scanner ini memang mampu menghasilkan gambar lebih baik dari X-ray, tetapi kebanyakan dokter yang ditemui Chris beranggapan bahwa harganya terlalu mahal. Linda, istrinya, bekerja sebagai buruh di sebuah laundry. Keluarga kecil ini mulai terpecah ketika mereka menyadari bahwa mereka tak mampu membayar sewa rumah dan tagihan-tagihan yang semakin menumpuk. Keadaan diperparah oleh kebiasaan Chris yang memarkir mobilnya sembarangan. Karena tak mampu membayar surat tilang, mobil Chris akhirnya disita. Puncaknya, Linda pergi meninggalkan Chris dan pergi ke New York City. Awalnya ia hendak membawa serta Christopher, namun urung atas permintaan Chris.
Dalam keadaan putus asa, Chris tak sengaja berjumpa dengan seseorang yang membawa Ferari warna merah. Chris bertanya kepada orang itu, pekerjaan apa yang ia lakukan sehingga mampu membeli mobil mewah? Orang tersebut menjawab bahwa ia adalah seorang pialang saham. Sejak saat itu Chris memutuskan untuk berkarir sebagai pialang saham.
Chris menerima tawaran magang tanpa dibayar di sebuah perusahaan pialang Dean Witter Reynolds yang menjanjikan pekerjaan bagi peserta magang terbaik. Dalam masa magang yang tak dibayar itu, Chris mulai kehabisan uang. Akhirnya ia diusir dari rumah sewanya dan menjadi tuna wisma. Selama beberapa hari ia tidur di tempat-tempat umum, namun kemudian ia memutuskan untuk tidur di rumah singgah Glide Memorial Chruch. Karena keterbatasan tempat, mereka harus mengantri untuk mendapatkan kamar. Kadang mereka berhasil, kadang gagal dan terpaksa tidur diluar. Kemiskinan dan ke-tunawisma-an ini semakin mendorong tekad Chris untuk menjalankan tugas dengan giat dan mendapatkan pekerjaan di Dean Witter Reynolds.
Di akhir cerita, Chris berhasil menjadi peserta terbaik dan diterima bekerja di sana. Beberapa tahun kemudian, ia mendirikan perusahaan pialang sendiri, Gardner Rich. Pada tahun 2006, ia menjual sebagian kecil sahamnya dan berhasil mendapatkan jutaan dolar dari penjualan itu.
Rabu, 28 April 2010
Planning Keuangan
Awal bulan setelah gajian saya mencoba membuat rancangan keuangan untuk bulan ini. Saya bagi kebutuhan primer dan kebutuhan tambahan. Memang semuanya serba saya efisienkan seminimal mungkin, bukan bermaksud pelit, tapi lebih kepada planning. Toh, pelaksanaanya juga tak harus selalu baku dan kaku. Harus bisa goyang sana goyang sini biar semuanya cukup, karena keterbatasan pendapatan. Hehe.
Setelah saya mencoba memplaningkan semua dan mencoba untuk tetap berjalan dengan koridor yang sudah saya planingkan, alhamdulillah semua berjalan lancar. Akhir bulan yang sebelumnya menjadi momok alhamdulillah tidak lagi karena masih ada recehan di kantong berkat penghematan di awal bulan. Kebutuhan bulan ini yang banyak juga alhamdulillah tercukupi karena ada pemasukan tambahan yang lumayan. Alhamdulillah ya Allah.. Mudah-mudahan bulan depan tetap bisa memplaningkan dan apa yang menjadi kebutuhan bisa tercukupi.. Amin..
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Lintang Damar Panuluh
Jakarta, 20 Agustus 2015 Di sudut Stasiun Gambir saya mendadak lemas. Tidak ada lagi tiket kereta tujuan ke Semarang untuk malam ini yang...
-
Jakarta, 20 Agustus 2015 Di sudut Stasiun Gambir saya mendadak lemas. Tidak ada lagi tiket kereta tujuan ke Semarang untuk malam ini yang...
-
Peta di atas adalah ruteku jika ingin pulang dari Semarang ke Wonosobo. Biasanya lewat jalur yang warnanya merah. Berhubung bosen lewat jala...
-
*cerita jadi Bolang keliling Sumatra bersama Hilmy dan Melyn (14) kelanjutan dari : Manisnya Buka Puasa di Solok Dulu, ketika be...